8.1.10

AKTIVITAS MAGMA


Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah gunung apinya yang terbesar di dunia. Kira-kira 179 gunung api yang terdapat di negeri ini dan 129 diantaranya masih aktif sampai sekarang. Karena hal inilah maka hampir setiap tahun paling sedikit satu gunungapi melakukan erupsinya.
Aktivitas gunung merupakan pencerminan dari aktivitas magma yang terdapat di dalam bumi.

Aktivitas Volkanik
Aktivitas volkanik pada umumnya digambarkan sebagai proses yang menghasilkan gambaran yang menakjubkan, atau kadang menakutkan dari suatu bentuk struktur kerucut yang secara periodik melakukan erupsinya. Erupsi dari gunung api ini kadang –kadang merupakan letusan yang sangat hebat (eksplosif), tetapi kadang-kadang berlangsung dengan tenang. Faktor utama yang mengontrol macam erupsi gunung api adalah komposisi magma, temperatur magma dan kandungan gas yang terdapat dalam magma. Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi mobilitas dari magma , atau sering disebut viskositas (kekentalan) magma. Semakin kental magma, semakin sulit magma untuk mengalir.
Komposisi kimia magma telah diuraikan pada bab sebelumnya dengan klasifikasi batuan beku. Satu faktor utama yang membedakan antara bermacam-macam batuan beku dan juga antara macam magma asala ialah kandungan unsur silika (SiO2). Magma pembentuk batuan beku basaltik mengandung kira-kira 50% silika. Batuan beku granitik mengandung sekitar 70% silika, sedang batuan beku menengah mengandung sekitar 60% silika. Jadi dapat dikatakan bahwa viskositas magma sangat berhubungan dengan kandungan silikanya. Semakin tinggi kandungan silikanya, maka magma semakin viskos dan aliran magma akan semakin lambat. Hal ini disebabkan karena molekul-molekul silika terangkai dalam bnetuk rantai yang panjang, walaupun belum mengalami kristalisasi.
Akibatnya, karena lava basaltik mengandung silika yang rendah, maka lava basaltik cenderung bersifat encer dan mudah mengalir,
sedangkan lava granitik relatif sangat kental dan sulit mengalir walaupun pada temperatur tinggi.

Tabel. Bermacam-macam sifat magma karena perbedaan komposisi.

Sifat Magma Basaltik Andesitik Granitik
Kandungan silika Kecil (+50%) Menengah (+60%) Tinggi (+70%)
Viskositas Rendah Menengah Tinggi
Kecenderungan Membentuk Lava Tinggi Menengah Rendah
Kecenderungan Membentuk Piroklastik Rendah Menengah Tinggi
Titik Lebur Tinggi Menengah Rendah

Kandungan gas dalam magma juga akan berpengaruh terhadap mobilitas dari magma. Keluarnya gas dari magma menyebabkan magma menjadi semakin kental. Keluarnya gas ini dapat pula menyebabkan tekanan yang cukup kuat untuk keluarnya magma melalui lubang kepundan. Pada waktu magma bergerak naik ke atas mendekati permukaan pada gunung api, tekanan pada bagian magma yang paling atas akan berkurang. Berkurangnya tekanan akan mengakibatkan lepasnya gas dari magma dengan cepat. Pada temperatur tinggi dan tekanan yang rendah, memungkinkan gas untuk mengembangkan volumenya sampai beberapa kali dari volumenya mula-mula. Magma basaltik yang kandungan gasnya cukup besar, memungkinkan gas tersebut untuk keluar melalui lubang kepundan gunung api dengan relatif mudah. Keluarnya gas tersebut dapat membawa lava yang disemburkan sampai bermeter-meter tingginya. Sedangkan pada magma yang kental, keluarnya gas tidak mudah, tetapi gas tersebut akan berkumpul pada kantong-kantong dalam magma yang menyebabkan tekanan meningkat besar sekali. Tekanan yang besar ini akan dikeluarkan dengan letusan yang hebat dengan membawa material yang setengah padat dan padat melalui lobang kawah gunung api. Jadi besarnya gas yang keluar dari magma akan sangat mempengaruhi sifat erupsi gunung api.

Material Erupsi Gunung Api

Material yang dikeluarkan oleh gunung api pada waktu erupsi bisa berupa lava, gas ataupun material piroklastik. Tiap gunung api mempunyai karakteristik tersendiri mengenai material yang dikeluarkan selama erupsinya.

Aliran Lava
Pada umumnya aliran lava terjadi pada lava basaltik yang bersifat cair karena kandungan silikanya relatif kecil. Lava basaltik akan mengalir dengan mudah pada daerah yang luas atau kadang-kadang menyerupai bentuk lidah. Ada kalanya aliran lava basaltik bisa mencapai puluhan kilimeter dengan kecepatan aliran antara 10 sampai 300 meter per jam. Sebaliknya aliran lava yang kaya silika sangat lambat sekali.
Aliran lava basaltik, kadang-kadang menghasilkan permukaan yang halus, tetapi juga kadang-kadang menghasilkan permukaan yang berkerut seperti bentuk tali. Bentuk lava yang demikian disebut dengan pahoehoe lava atau ropy lava. Bentuk lain yang juga umum terjadi adalah permukaan yang kasar, berbentuk blok-blok dengan tepi yang tajam, disebut dengan blok lava atau aa lava. Aliran dari aa lava biasanya tebal dan dingin, dengan kecepatan aliran sekitar 5 sampai 50 meter per jam. Blok lava ini terjadikarena bagian luar lava yang relatif cepat membeku, tetapi di bagian dalamnya relatif masih cair dan terus mengalir. Akibat aliran lava di bagian dalam ini akan menyebabkan bagian luar yang sudah membeku terpengaruh oleh aliran ini sehingga mengalami retakan dan membentuk blok-blok. Selain pada permukaannya juga terbentuk lubang-lubang bekas keluarnya gas.

Gas
Magma mengandung bermacam gas yang jumlahnya kira-kira 1 sampai 5% dari berat total, dan sebagian besar merupakan uap air.meskipun persentasenya kecil, tetapi jumlah gas yang dikeluarkan bisa mencapai ribuan ton per hari. Komposisi gas yang dikeluarkan dalam aktivitas gunung api mengandung 70% uap air, 15% karbon diosida, 5% nitrogen, 5% sulfur dan sisanya terdiri dari klorida, hidrogen dan argon.

Material Piroklastik

Material padat dan setengah padat yang dikeluarkan oleh gunung api pada waktu erupsinya disebut material piroklastik. Material fragmental ini mempunyai ukuran dari sangat halus sampai diameter beberapa meter. Sebagian besar material yang dikeluarkan ini diendapkan disekitar kawah, sehingga membentuk struktur kerucut gunung api.

Karena material piroklastik mempunyai ukuran fragmen yang sangat bervariasi, maka material piroklastik dapat dikelompokkan berdasarkan ukurannya. Partikel-partikel yang berukuran sangat halus disebut debu vulkanik (volcanic ash).

Material ini terbentuk bila lava banyak mengandung banyak gas di dalamnya. Bila gas yang panas ini dieksplosifkan keluar, maka lava akan terurai menjadi partikel-partikel yang halus. Hal semacam ini bila dikeluarkan dalam ukuran yang relatif besar akan membentuk pumis. Bila debu volkanik yang panas ini jatuh di permukaan bumi, akan membentuk welded tuff, yang dicirikan adanya glass shard.

Partikel yang berukuran seperti kacang disebut lapilli, sedang partikel atau material piroklastik yang berukuran lebih besar dari lapilli disebut block bila dikeluarkan dari gunung api dalam keadaan padat, sehingga bentuknya meruncing. Sedang bila dikeluarkan dalam keadaan setengah padat sehingga bentuknya relatif membundar disebut bomb.

Gunung Api dan Erupsi Gunung Api

Erupsi gunung api yang berkelanjutan, akan menghasilkan material-material yang terkumpul di sekitar pusat erupsinya dan membentuk gunung api (volkano). Pusat erupsi gunung api yang biasanya terletak pada puncaknya disebut crater (kawaH0, berhubungan dengan dapur magma melalui semacam pipa. Beberapa gunung api mempunyai kawah yang sangat besar sampai beberapa kilometer diameternya yang disebut kaldera. Tidak semua gunung api mengeluarkan hasil erupsinya melalui lubang yang terpusat, tetapi kadang-kadang melalui suatu celah yang memanjang pada lerang gunung api tersebut. Aktivitas magma pada lereng gunung api membentik parasitik cone.
Setiap gunung api mempunyai sifat dan tipe erupsi yang berbeda-beda, sehingga masing-masing mempunyai bentuk yang berbeda pula. Berdasarkan sifat dan tipenya, maka gunung api dapat dibedakan menjadi tiga yaitu gunung api shield, cinder cone dan composit cone.
Kaldera diperkirakan terbentuk pada waktu terjadi erupsi yang sangat besar, sehingga dapur magma kosong. Kemudian karena kosongnya dapur magma, puncak gunung api tersebut runtuh ke dalam dapur magma sehingga membentuk lubang kawah yang sangat besar.
Erupsi celah (Fissure Erupsions)
Aktivitas erupsi gunung api melalui celah yang memanjang disebut fissure. Erupsi yang demikian akan menyebabkan penyebaran material volkanik sangat luas. Apabila material yang dikeluarkan merupakan lava basalt yang encer, akan membentuk flood basalt, yang dapat mengalir sampai berkilometer jauhnya.
Apabila lava yang dikeluarkan banyak mengandung silika, maka akan menghasilkan aliran piroklastik (pyroclastic flows) yang terdiri dari debu volkanik dan pumis.

Aktivitas Magma Dalam Bumi
Seperti telah diketahui dan dipercaya oleh sebagian besar orang, bahwa sebagian besar magma berada pada tempat yang sangat dalam. Mempelajari aktivitas magma di dalam bumi merupakan hal yang penting bagi ahli geologi seperti mempelajari aktivitas gunung api. Ada beberapa tipe dari bentuk tubuh batuan beku instrusif yang terbentuk pada waktu magma mengkristal di dalam bumi. Bentuk-bentuk tubuh tersebut ada yang tabular, dan ada pula yang masif. Selain itu sebagian tubuh batuan beku tersebut ada yang memotong perlapisan batuan sedimen dan ada pula yang menerobos diantara perlapisan batuan sedimen. Mengacu pada perbedaan-perbedaan tersebut, maka tubuh batuan beku dalam dapat digolongkan berdasarkan bentuknya apakah tabular atau masif, dan orientasinya terhadap batuan disekitarnya. Batuan beku dalam yang memotong batuan sedimen disebut diskordan, sedang yang sejajar dengan perlapisan batuan sedimen disebut konkordan.

Batuan beku intrusif mempunyai variasi ukuran dan bentuk yang sangat besar.

Dike adalah batuan beku diskordan yang dibentuk oleh magma yang menerobos melalui retakan yang memotong perlapisan batuan sedimen. Tubuh batuan yang berbentuk tabular ini mempunyai ketebalan dari beberapa sentimeter sampai lebih dari satu kilometer, dengan panjanh dapat sampai beberapa kilometer. Umumnya dike lebih resisten terhadap proses pelapukan daripada batuan disekitarnya.

Sill adalah batuan beku yang tabular yang berbentuk ketika magma menerobos melalui bidang perlapisan batuan sedimen. Pada umumnya batuan beku sill mendatar, tetapi sebenarnya kedudukan sill sangat tergantung pada kedudukan perlapisan batuan sedimen disekitarnya. Dari ketebalannya yang seragam dan penyebarannya yang luas, maka sill dipercaya bahwa terbentuk dari magma yang sangat encer. Jadi pada umumnya sill disusun oleh magma basaltik. Selain itu sill pada umumnya terbentuk pada tempat yang relatif dangkal dimana tekanan yang dibentuk oleh batuan sedimen yang diterobosnya relatif kecil.

Lakolit merupakan batuan beku konkordan seperti sill yang terbentuk pada lingkungan dekat permukaan. Tetapi magma yang membentuk lakolit lebih kental. Tubuh lakolit terbentuk seperti lensa cembung ke atas. Lakolit pada umunya merupakan inti dari struktur kubah yang akan tersingkap apabila batuan sedimen yang menutupi diatasnya tererosi.
Batolit merupakan tubuh batuan beku diskordan yang sangat besar, dengan diameter lebih dari 40.000 km2. Batuan yang menyusun batolit biasanya mempunyai komposisi mineral yang mendekati tipe granitik. Batolit yang besar merupakan hasil dari kejadian yang berlangsung sangat lama lebih dari jutaan tahun, tetapi tubuh batolit yang relatif kecil umumnya disusun oleh satu tipe batuan beku. Batolit biasanya merupakan inti dari suatu sistem pegunungan. Atap batolit bentuknya tidak teratur. Bagian atap batolit yang cekung dinamakan roofpendant.

Aktivitas Magma dan Plate Tectonic

Asal magma merupakan topik yang sangat kontroversial dalam geologi. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul adalah bagaimana magma yang mempunyai komposisi berbeda terbentuk ? Mengapa gunung api yang berada di dasar samudera mengeluarkan lava basaltik, sedang yang berhubungan dengan palung laut menghasilkan lava andesitik ? Masih banyak lagi pertanyaan yang berkaitan dengan aktivitas magma terutama yang muncul ke permukaan.
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut akan dibahas pertama kali asal-usul dari magma.

Asal Usul Magma

Seperti yang telah diketahui bahwa magma terbentuk apabila batuan dipanaskan hingga mencapai titik leburnya. Pada kondisi permukaan, batuan dengan komposisi granitik mulai melebur pada temperatur sekitar 750oC, sedangkan batuan basaltik mencapai temperatur 1000oC. Karena batuan mempunyai komposisi mineral yang sangat bervariasi, maka batuan akan melembur dengan sempurna dengan perbedaan temperatur sampai beberapa ratus derajat dari pertama kali batuan mulai melebur. Cairan yang pertama terbentuk pada waktu batuan mengalami pemanasan yang tinggi adalah mineral yang mempunyai titik lebur terendah. Bila pemanasan berlangsung terus, maka proses peleburan akan berlangsung terus mengikuti masing-masing titik lebur mineral yang menyusun batuan tersebut, sampai komposisi cairan mendekati komposisi batuan asalnya. Tetapi kadang-kadang proses peleburan ini tidak berlangsung sempurna. Proses peleburan yang bertahap ini disebut partial melting. Hasil yang signifikan dari proses partial melting adalah dihasilkannya cairan magma dengan kandungan silika yang lebih tinggi daripada batuan asalnya.
Darimana sumber panas yang melebur batuan ? Salah satu sumber panas yang berasal dari peluruhan mineral radioaktif yang terkonsentrasi pada mantel bumi bagian atas dan kerak bumi. Pekerja-pekerja tambang bawah tanah juga sudah lama mengetahui bahwa temperatur meningkat dengan bertambahnya kedalaman.
Jika temperatur merupakan satu-satunya yang menentukan apakah batuan akan meleleh atau tidak, maka bumi merupakan suatu bola pijar yang dilapisi oleh lapisan padat yang tipis. Tetapi ternyata tekanan juga bertambah besar sesuai dengan kedalaman. Karena batuan mengembang pada waktu dipanaskan, maka diperlukan tambahan panas untuk melelehkan batuan yang ditutupinya untuk mengatasi efek dari tekanan disekitarnya. Titik lebur batuan akan meningkat dengan meningkatnya tekanan.
Di alam, batuan yang dalam akan melebur oleh salah satu sebab dari dua faktor, yaitu pertama, batuan akan melebur karena temperatur naik melebihi titik lebur batuan tersebut. Kedua tanpa kenaikan temperatur, pengurangan tekanan disekitar batuan akan menyebabkan titik lebur batuan turun. Kedua proses tersebut merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam proses pembentukan magma.

Penyebaran Aktivitas Magma
Sebagian besar dari lebih 600 gunung api aktif yang telah diketahui terletak disepanjang busur pertemuan lempeng konvergen. Beberapa gunung api aktif terletak disepanjang pemekaran samudera. Ada tiga jalur gunung api aktif yang berhubungan dengan aktivitas tektonik global, yaitu disepanjang pematang oceanic, palung oceanic dan pada kerak oceanicnya sendiri.
Volkanisme pada sperading center. Batuan voklanik sebagian besar terbentuk disepanjang pematang benua dan pemekaran benua sangat aktif. Karena adanya pemisahan kerak samudera, maka tekanan pada mantel bagian atas berkurang. Berkurangnya tekanan ini menyebabkan turunnya titik lebur batuan. Partial melting batuan ini menghasilkan magma basaltik yang mengalir keluar melalui rekahan tadi.
Volkanisme pada zona subduksi. Aktivitas volkanisme pada daerah ini menghasilkan batuan yang berkomposisi andesitik sampai granitik, dan terbentuk disepanjang tepi kerak samudera. Sebagian besar volkanisme yang menghasilkan magma andesitik dijumpai di daratan atau pulau-pulau dekat dengan jalur palung laut. Jalur gunung api Meriterane dan Pasifik merupakan jalur gunung api yang dihasilkan pada zona subduksi.
Volkanisme pada kerak bumi. Proses aktivitas volkanik pada kerak yang tegar biasanya sangat sulit terjadi. Aktivitas volkanisme ini dapat menghasilkan lava basaltik, maupun lava granitik. Lava basaltik dapat terbentuk baik pada kerak benua maupun oseanik. Lava basaltik kemungkinan berasal dari partial melting batuan mantel bagian atas.
Lava granitik dan debu volkanik dengan komposisi granitik umumnya terbentuk pada daratan tepi benua. Lava jenis ini kemungkinan berasal dari pelelehan kerak benua.

Dikutip dari ESSENTIALS OF GEOLOGY oleh Frederick K. Lutgens & Edward J. Tarbuck

7.1.10

KAMUS PERTAMBANGAN


• Acid mine water (air asam tambang)
Air tambang yang mengandung asam sulfat lemah yang dihasilkan dari reaksi organik atau anorganik dari material yang mengandung pirit dengan air dan oksigen

• Acidizing (Pengasaman)
Proses pemasukan asam ke dalam formasi gamping yang mengandung minyak dan gas bumi untuk memperbaiki permeabilitas agar memudahkan pengaliran minyak dan gas bumi kedalam lubang sumur.

• Adit (terowongan buntu)
Jalan masuk utama ke tambang bawah tanah, berupa terowongan buntu yang dibuat mendatar dan menghubungkan tempat bawah tanah dengan udara luar atau permukaan bumi.

• Age (Umur) Zaman Geologi
Suatu jangka waktu sejarah bumi yang diciptakan oleh bentuk kehidupan yang penting/ dominant/ kejadian tertentu.

• Agglomerate (gumpalan)
Butiran padat yang saling bergumpal dengan kuat sebagai produk proses aglomerasi

• Agitation (pengadukan)
"Pengadukan yang dilakukan untuk meningkatkan kontak fisik antara dua fase yang bereaksi, msl. Dalam proses pengatusan; agitasi dimaksudkan untuk mempercepat proses pelarutan"

• Alloy (paduan logam)
Bahan logam yang terdiri dari dua atau lebih unsur logam

• Alteration (alihan/ubahan)
Hasil proses perubahan komposisi mineral suatu batuan yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dan fisika, pengaruh larutan hydrothermal , pelapukan, dan metamorfosa

• Amalgam (amalgam)
Paduan antara logam dan air raksa dalam bentuk padatan lunak/kenyal logam-logam yang dapat membentuk amalgam, misal emas, nikel, platina, dan perak.

• Amalgamation (amalgamasi)
Proses pengambilan emas atau perak dari bijihnya melalui pembentukan amalgam.

• Anemometer (anemometer)
Alat pengukur aliran udara

• ANFO (Ammonium Nitrate and Fuel Oil) / (NH4NO3)
Sejenis bahan peledak kuat yang digolongkan dalam zat peledak (blasting agent)

• Anthracite (antrasit)
Jenis batubara yang menurut klasifikasi ASTM mempunyai kandungan karbon tertambat lebih besar dari 86%, hydrogen di bawah 4 %, dan zat terbang tidak lebih dari 14 %, warnanya hitam mengkilat dengan bidang-bidang belah yang konkoidal (mengulit bawang)...

• Anticlinal Theory (Teori Antiklin)
Teori tentang akumulasi minyak, gas , dan air pada lapisan cembung dalam tatanan tertentu (air paling bawah) asalkan strukturnya mengandung batuan reservoir, yang berhubungan baik dengan batuan induk, dan ditutupi dengan batuan tudung.

• Anticlinal Trap (Perangkap Antiklin)
Lapisan dalam struktur antiklin tempat akumulasi hidrokarbon.

• Anticline (Antiklin)
Konfigurasi geologis yang lapisan-lapisan batuan sedimennya terlipat dan membentuk struktur yang cembung.

• API Gravity (Berat Jenis API)
Berat Jenis minyak yang dinyatakan dalam satuan derajat API. Hubungan antara derajat API dengan berat jenis pada 60 F/ 70 F dapat dinyatakan dengan rumus API = 145 / (berat jenis pada 60 F/ 70 F)

• Appraisal Well (Sumur Kajian)
Kelompok sumur pertama yang akan dibor setelah ditemukannya minyak dan gas bumi dengan tujuan menetapkan batas reservoir minyak dan gas bumi, produktivitas sumur, serta ciri minyak dan gas bumi didaerah tersebut.

• Aquifer (akuifer)
Satuan batuan berpori di bawah permukaan tanah yang dapat menyimpan dan meluluskan air

• Aquiver (Akuifer)
Bagian reservoir yang mengandung air yang menjadi tenaga pendorong minyak.

• Aragonite (aragonit)
Mineral yang mempunyai rumus kimia CaCo3, bentuk kristal ortorombik, merupakan polimorfisme dari mineral kalsit, warna putih kekuningan, abu-abu, kilap kaca, transparan hingga translusen, kekerasan 3,5-4,0 skala Mohs, berat jenis 2,95, merupakan enda...

• Argentite (argentit)
Mineral yang mempunayi rumus kimia Ag2S, mengadung 87,1% perak, bentuk kristal kubik, warna abu-abu gelap, kilap logam, legap,kekerasan 2,0-2,5 skala mohs, berat jenis 7,19 - 7,36, merupakan mineral utama perak, terdapat sebagai urat bijih.

• Aromatics (Aromat)
(lihat aromatics hydrocarbon)

• Aromatics Hydrocarbon (Aromat)
"Golongan hydrocarbon siklik dari keluarga benzene, disebut aromatic karena turunan banyak yang beraroma khas; mempunyai berat jenis relative tinggi, dan mempunyai sifat antiketuk dan sifat pelarut yang baik."

• Arsenic (arsen)
Unsur logam alami yang mempunyai rumus kimia As, bersifat getas, terdapat dalam bentuk butir atau massa berbentuk ginjal, warna abu-abu, berat jenis 5,7 , terdapat pada urat yang berhubungan dengan intrusi batuan beku, berasosiasi dengan bijih kobalt...

• Ash (abu)
Material anorganik sisa pembakaran yang tertinggal dan tidak bisa terbakar oleh suatu proses pembakaran yang berlangsung

• Asphalt (Aspal)
Campuran antara bitumen dan zat mineral lembam yang terjadi secara alamiah atau buatan.

• Asphalt Base Crude Oil (Minyak Bumi Aspal)
Minyak bumi yang kadar parafinnya rendah, tetapi kadar aspalnya tinggi. Jenis hidrokarbonnya terutama terdiri atas rangkaian neftenik.

• Assay (uji kadar logam)
Pengujian atau penentuan kuantitas kandungan logam tertentu dalam bijih misal : Cu, Pb, Zn dalam bijih sulfida atau Au, Ag dalam bijih emas

• Aviation Gasoline (Avgas) Bensin Pesawat Terbang
Bensin khusus untuk motor torak pesawat terbang yang nilai oktannya tinggi, stabilitasnya tinggi, titik bekunya rendah, serta trayek sulingnya lebih datar.

• Aviation Turbine Fuel (Avtur) Bensin Pesawat Jet
Bensin khusus untuk pesawat terbang turbin gas yang trayek didihna berkisar antara 150 C - 250 C.

• Azurite (azurit)
Mineral tembaga sekunder yang mempunyai rumus kimia Cu3(CO3)2(OH)2 bentuk kristal monoklin, warna biru tua, kilap intan hingga gelas, transparan hingga legap.

• Banka drill (bor bangka)
Bor tumbuk manual dipergunakan untuk mengambil percontoh atau menguji cebakan aluvial yang terdapat pada kedalaman 30 - 35 m.

• Barometer (barometer)
Alat untuk mengukur tekanan absolut udara

• Base rock (batuan dasar)
Batuan yang berada langsung di bawah lapisan batuan yang ekonomis untuk ditambang

• Basin (cekungan)
Daerah cekungan yang luas terdiri atas batuan sediment dan yang karena konfigurasinya dapat merupakan tempat tampungan minyak.

• Basin (Cekungan)
Daerah cekungan yang luas terdiri atas batuan sediment dan yang karena konfigurasinya dapat merupakan tempat tampungan minyak.

• Bauxite (bauksit)
Bahan galian yang kaya akan aluminium, sedangkan kadar alkali, alkali tanah, dan silika bebasnya rendah, terbentuk dari proses laterisasi batuan beku asam sampai sedang.

• Bench (jenjang)
Undakan yang sengaja dibuat dalam pekerjaan penggalian atau dalam penambangan
• Bench mark (titik ikat)
Suatu titik dalam pengukuran tanah yang mempunyai kedudukan tetap yang diketahui korrdinat dan ketinggiannya untuk digunakan sebagai acuan.

• Bentonite (bentonit)
Lempeng yang terdiri dari kelompok montmorillonit atau mineral smektit.

• Bentonite (bentonit)
"Lempung yang komponen utamanya mineral montmorilonit yang jika kena air akan mengembang; digunakan terutama untuk Lumpur pengeboran."

• Benzene (Benzena)
"Senyawa hidrokarbon berstruktur cincin aromatic; mempunyai titik didih 80 C."

• Benzine (Bensin)
(lihat gasoline)

• Bit (Pahat)
Ujung rangkaian bor yang memotong batuan untuk membuat lubang.

• Bitumen (bitumen)
Hidrokarbon dengan komposisi tak tentu, berbentuk mulai dari padat, padat tanggung sampai cair.

• Bitumen (Bitumen)
Bagian bahan organic dalam batuan sediment yang dapat larut dalam pelarut organic.

• Bituminous coal (batubara bituminus)
Jenis batubara yang menurut klasifikasi ASTM berada di antara antasit dan batubara subbituminus.

• Blast furnace (tanur tinggi)
Tungku peleburan tinggi yang berbentuk silinder dipergunakan untuk mereduksi bijih besi menjadi besi kasar (besi wantah)

• Blending (campur)
Penggabungan berbagai bahan mentah atau bijih dengan berbagai kadar sehingga diperoleh hasil campuran yang mempunyai kadar tertentu.

• Blok caving (ambrukan)
Metode penambangan bawah tanah dengan cara membuat lubang bukaan di bawah block dan melanjutkannya dengan meruntuhkan blok diatasnya.

• Blow-out (Semburan Liar)
Semburan gas, minyak, atau fluida lain secara tak terkendali dari dalam sumur ke udara.

• Blow-out Preventer (BOP) Pencegah semburan Liar
Peralatan yang dipasang di kepala sumur untuk tujuan pengendalian tekanan di anulus antara pipa selubung dan pipa bor, atau di lubang terbuka sewaktu operasi pengeboran atau penyelesaian sumur supaya tidak terjadi semburan liar.

• Bore Hole (Lubang Bor)
Lubang yang dibuat dengan melakukan pengeboran.

• British Termal Unit (BTU)
Satuan panas yang besarnya 1/180 dari panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu pound (0.4536 kg) air dari 32 F (0 C) menjadi 212 F (100 C) pada ketinggian permukaan laut. Biasanya dianggap sama dengan jumlah panas yang diperlukan untuk menaikk...

• Bronze (perunggu)
Paduan tembaga dengan timah putih

• Brown coal (batubara muda)
Jenis batubara yang mempunyai nilai kalor lebih kecil dari 5200 kkal/kg biasanya berwarna kecokelatan.

• Brucite (brusit)
Mineral dengan rumus kimia Mg(OH)2, bentuk kristal trigonal, berwarna putih atau kebiruan,berkilap kaca, berbentuk menyerat, mendaun dengan kekerasan 3 pada skala Mohs berat jenis 2,9 terdapat pada serpentin dan batuan gamping tidak murni.

• Caking coal (batubara muai)
Batubara yang mempunyai sifat mengembang jika dipanaskan

• Calorie (kalori)
"Energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air sebanyak 1 derajat; 1 kalori = 4.19 joule"

• Calorie (Kalori)
Energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air sebanyak 1 C dari 14,5 C menjadi 15,5 C

• Calorific Value (Nilai Panas)
(lihat heating value)

• Cap Rock (batuan tudung)
Formasi (lapisan batuan) yang berada langsung diatas batuan reservoir dan sifatnya kedap fluida.

• Cap Rock (Batuan Tudung)
Formasi (lapisan batuan) yang berada langsung diatas batuan reservoir dan sifatnya kedap fluida.

• Carat (karat)
(1) Ukuran untuk menyatakan kemurnian emas dalam suatu paduan yang setara dengan 1/24 bagian emas, misal 14 karat, berarti 14/24 emas murni. (2) Satuan berat untuk intan dan batu mulia lain, misal 1 karat intan sama dengan 200 mg.

• Carbon (zat arang)
Unsur kimia nir logam dengan rumus kimia C, berat atom 12,011, nomor atom 6 dari sistem periodik unsur. Bila terdapat dalam keadaan bebas berupa intan dan grafit

• Carbon steel (baja karbon)
Baja yang mengandung karbon lebih dari 0,8 %

• Carnonite (karnonit)
Mineral radioaktif yang merupakan sumber radium, bijih uranium dan vanadium

• Casing (Pipa Selubung)
Pipa baja yang dipasang di dinding sumur minyak/ gas, untuk menahan runtuhnya dinding lubng, dn menjadi saluran pengaliran minyak pada sumur produktif.

• Casing Cementing (Penyemenan Selubung)
Pengisian annulus antara pipa selubung dan dinding lubang bor dengan bubur semen, untuk mencegah migrasi fluida antara lapisan tidak kedap air dan menyangga pipa selubung.

• Cassiterite (kasiterit)
Mineral timah oksida yang terdapat sebagai endapan aluvial yang merupakan hasil pelapukan urat bijih.

• Caving Methode (metode ambrukan)
Cara penambangan endapan bijih pada tambang bawah tanah dengan cara pengambrukan / meruntuhkan bijih bagian atas setelah dibuat lombong ambrukan di bagian bawahnya

• Cetane number (Angka Setana)
Angka ukur kualiatas pembakaran bahan bakar solar yang menunjukkan mudah/ tidaknya solar menyala jika disemprotkan kedalam motor bakar.

• Chalcopyrite (kalkopirit)
Mineral bijih tembaga yang terdapat dalam cebakan tembaga porfiri dan urat-urat hidrothermal atau metasomatik

• Chalk (batu kapur)
Jenis batu gamping lunak seperti tanah, berpori dan berwarna putih sampai abu-abu muda, berupa kumpulan cangkang kerang yang berukuran halus terdiri dari 90 - 99 kalsit.

• Charcoal (arang kayu)
Bahan bakar yang dibuat dengan cara pembaraan kayu tanpa udara pada suhu 500 - 600 derajat C

• Christmas Tree (silang sembur)
Rangkaian katup-katup pada kepala sumur untuk mengendalikan tekanan didalam sumur dan kecepatan aliran fluida ke permukaan.

• Clay (Lempung)
Batuan yang terdiri tas butir halus silikat alumina berair sebagai hasil dekomposisi batuan feldspar dan batuan silikat alumina lain.

• Coal Gasification (gasifikasi batubara)
konversi batubara menjadi gas hidrokarbon yang lebih bersih dan lebih mudah diangkut dan disalurkan.

• Contour (kontur)
Garis yang digambarkan pada sebuah peta, dipergunakan untuk menghubungkan semua tempat pada ketinggian yang sama di atas permukaan laut.
• Cracking (Perekahan)
Proses dalam reactor kilang yang memecahkan molekul hidrokarbon besar menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil yang bertitik didih lebih rendah dan stabil lewat pemanasan, peningkatan tekanan, atau penggunaan katalis.

• Crude oil (minyak Bumi)
Campuran berbagai hidrokarbon yang terdapat dalam fase cair dalam reservoir di bawah permukaan tanah dan yang tetap cair pada tekanan atmosfir setelah melalui fasilitas pemisahan diatas permukaan.

• Cut off grade (kadar batas)
Kadar terendah bahan galian atau kadar rata-rata campuran bahan galian atau mineral yang terendah, tetapi masih memberikan keuntungan apabila ditambang dan diolah dengan tingkat teknologi dan pada keadaan ekonomi tertentu

• Dead Oil (Minyak Mati)
Minyak bumi yang pada dasarnya tidak mengandung gas lagi.

• Dead Weight Ton (DWT) (Ton Bobot Mati)
Berat air dalam ukuran ton yang dipindahkan oleh bagian badan kapal yang tercelup di dalam air dalam keadaan muatan penuh dikurangi berat kapal.

• Dead well (Sumur Mati)
Sumur yang tidak berproduksi.

• Depletion (Economic) Deplesi (ekonomi)
penurunan nilai ekonomi reservoir minyak/ gas bumi akibat pengambilan volume.

• Development Well (Sumur Pengembangan)
Sumur yang dibor didaerah yang telah terbukti mengandung minyak atau gas dengan tujuan mendapatkan produksi yang diinginkan.

• Deviation (Deviasi)
Penyimpangan arah lubang bor dari garis vertical, yang dinyatakan dalam derajat dan diukur pada beberapa kedalaman.

• Directional Drilling (Pengeboran Terarah)
Pengeboran miring yang direncanakan menuju satu titik sasaran.

• Discovery Well (Sumur Penemuan)
Sumur eksplorasi yang terbukti mampu menghasilkan hidrokarbon secara komersial.

• Dogleg (Lubang Cengkok)
Belokan pada pipa, selokan atau sumur yang disebabkan oleh perubahan arah yang tajam.

• Drainage Radius (jari-jari pengurasan)
Daerah sekeliling sumur yang dapat dikuras oleh sumur.

• Drilling mud ( lumpur pengeboran)
Lumpur yang khusus dibuat dengan sifat fisik tertentu yang digunakan dalam pemboran

• Drilling Muds or Fluid (Lumpur pengeboran)
Campuran yang terdiri atas air dan bahan berupa serbuk seperti lempung khusus, serpih dan barit yang diperlukan untuk mengankut serbuk bor dari dasar lubang, membantu mendinginkan dan melumasi mata bor.

• Drilling Platform (anjungan pengeboran)
Peralatan tetap penyangga peralatan pengeboran lepas pantai yang memungkinkan pengeboran beberapa sumur.

• Drilling rig (Perangkat pengeboran)
Unit pengeboran yang terdiri atas derek dan perlatan permukaan.

• Dry Gas (Gas kering)
Gas yang tak mengandung fraksi yang mudah mengembun pada kondisi standar.

• Dry Hole (Lubang Kering)
Sumur eksplorasi atau pengembangan yang ternyata tidk dapat memproduksi minyak atau gas dalam jumlah yang cukup ekonomis.

• Dual Completion (penyelesaian ganda)
Sumur yang memproduksi dari dua formasi secara serempak. Produksi masing-masing lapisan dipisahkan dengan cara memasang dua rangkaian pipa sembur dengan penyekat atau memasang satu rangkaian pipa sembur dengan sebuah penyekat dan memproduksi lapisan ...

• Dump truck (truk jungkit)
Truk yang direkayasa khusus memudahkan penumpahan muatan
• Duralumin (duralumin)
Paduan logam 7075 dan dipergunakan sebagai bahan kontruksi pesawat terbang.

• Dust (debu)
Partikel zat padat yang berukuran lebih kecil dari 1/16 mm

• Effective Porosity (Porositas Efektif)
Persentase volume pori yang saling berhubungan dan dapat dilalui fluida terhadap volume batuan keseluruhan.

• Electric Well Log (Rekaman Kelistrikan Sumur)
"Rekaman sifat-sifat listrik dari formasi sepanjang lubang sumur; dipakai untuk interpretasi mengenai formasi dan fluida yang dikandungnya."

• Electric Well Log Survey (Survey Rekaman Kelistrikan Sumur)
Survey bagian sumur yang tidak terselubung untuk memperoleh rekaman sifat-sifat listrik formasi.

• Eluvial (eluvial)
Proses pembentukan endapan klastis yang terakumulasi dekat dengan dengan sumbernya

• Emerald (zamrud)
Batu mulia yang berwarna-warni, terdapat terutama di lapisan-lapisan kapur

• Enchanced Recovery (Peningkatan Perolehan)
Penambahan energi pada reservoir untuk meningkatkan jumlah keseluruhan produksi dari reservoir yang bersangkutan.

• Epicentre (episentrum)
Titik pada permukaan bumi yang terletak tepat di atas pusat gempa bumi

• Exploitation (ekploitasi)
Penggalian endapan bahan galian dari kulit bumi secara ekonomis dengan menggunakan system penambangan tertentu

• Exploitation well (Sumur Pengembangan)
(lihat development well)

• Exploration (ekplorasi)
Kegiatan lanjutan dari prospeksi dengan tujuan untuk menentukan secara akurat besar cadangan, kadar, sifat fisik, sifat kimia, letak dan bentuk endapan bahan galian.

• Exploration (Eksplorasi)
Penyelidikan dan penjajakan daerah yang diperkirakan mengandung mineral berharga dengan jalan survey geologi, survey geofisik, atau pengeboran dengan tujuan menemukan deposit dan mengetahui luas wilayahnya.

• Fault (sesar/ Patahan)
Lapisan batuan yang terputus dan bergeser dari posisi semula (Keatas, kebawah atau kesamping).

• Fault (sesar/ Patahan)
Lapisan batuan yang terputus dan bergeser dari posisi semula (Keatas, kebawah atau kesamping).

• Feedstock (Bahan baku)
Bahan utama yang dimasukkan kedalam pabrik untuk diolah lebih lanjut.

• Ferrite( ferit)
"Bahan bersifat magnetik yang terdiri atas oksida-oksida logam; salah satu logam bervalensi tiga"

• Ferro-silicon (ferosilikon)
"Paduan besi silikon dengan kadar Si bervariasi antara 25 - 95 % umumnya digunakan sebagai bahan deoksidasi pada (proses) pencetakan barang dari logam baja; tembaga; atau perunggu."

• Ferronickel (feronikel)
"Paduan besi dengan nikel ; kadar nikel lebih besar dari 25%."

• Flare (Suar Bakar)
Alat pembuangan minyak dan atau gas secara aman dengan jalan pembakaran karena tidak bisa disimpan.

• Flotation(flotasi)
"Proses konsentrasi mineral berharga dengan cara mengpungkannya sedang mineral lainnya tetap berada dalam luluhan; proses pemisahan berdasarkan perbedaan sifat fisika-kimia permukaan mineral dengan menggunakan reagen kimia tertentu."

• Flowing Well ( Sumur sembur Alam)
Sumur yang menghasilkan minyak dan/ atau gas bumi tanpa bantuan tenaga luar.

• Fluid injection (Injeksi Fluida)
Injeksi gas atau cairan kedalam reservoir untuk mendorong minyak kedlam sumur produksi.

• Fluorite (fluorit)
Mineral ikutan pada bijih timah, timbal, dan seng terdapat dalam endapan pneumatolitik.

• Formation damage (kerusakan formasi)
"Kerusakan pada lapisan produktif yang mengakibatkan berkurangnya pengaliran hidrokarbon ke dalam sumur; dapat terjadi jika dinding lubang sumur tertutup oleh filtrate Lumpur pengeboran, serbuk bor, atau oleh komponen padat dari minyak bumi yang sang...

• Fracturing (Perekahan)
Penerapan tekanan hidraulik pada formasi untuk mencipatakan retakan-retakan sehingga minyak dan gas dapat mengalir kedalam sumur.

• Fuel Oil (Minyak Bakar)
Sulingan berat, residu atau campuran keduanya yang dipergunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan panas atau tenaga.

• Furnace (tanur)
Tungku pemanggangan, perekdusian, dan peleburan yang membutuhkan temperatur sangat tinggi.

• Furnace Oil (Minyak Tungku)
Minyak sulingan yang terutama digunakan untuk peralatan pemanasan ruangan.

• Futures (perdagangan berjangka)
Transaksi jual dan/ atau beli komoditas dengan satu harga, jumlah kuantitas, dan kualitas yang diinginkan untuk pengiriman pada waktu yang telah ditentukan.

• Gallon (Galon Amerika)
Satuan ukuran isi yang besarya sama dengan 231 in3 atau 3.785 liter.

• Garnerite (garnerit)
Bijih nikel dengan berat jenis 2,3-2,8 dan mengandung nikel lebih dari 24%

• Gas Cap (Tudung Gas)
Gas bebas yang berada diatas minyak dalam reservoir.

• Gas Cap Drive (Dorongan Tudung Gas)
Tekanan tudung gas yang mendorong minyak masuk ke dalam sumur melalui pori-pori batuan.

• Gas Injection (Injeksi Gas)
Gas alam yang dimasukkan ke dalam reservoir melalui sumur injeksi agar tekanan reservoir tersebut dapat dipertahankan.

• Gas Lift (Sembur Buatan)
Pengangkatan minyak dengan jalan menginjeksikan gas bertekanan tinggi ke dalam anulus sumur produksi dan mencampurkannya kedalam fluida sumur agar laju arus meningkat.

• Gas Oil Contact (Goc) Batas Gas Minyak
Bidang batas antara lapisan minyak dengan lapisan gas dalam reservoir.

• Gas Oil Ratio (GOR) Nisbah Gas Minyak
Perbandingan antara jumlah gas dan minyak yang diukur dalam satuan takar (m3/m3, ft3/ bbl).

• Gas Well (Sumur Gas)
Sumur yang produk utamanya adalah gas bumi.

• Gasoline (Bensin)
Hasil pengilangan minyak yang mempunyai trayek didih 30 - 220 C yang cocok untuk digunakan sebagai bahan baker motor berbusi (bensin).

• Gel (Agar)
Zat seperti agar-agar yang dibentuk oleh disperse koloidal dalam keadaan diam.

• Gel Strength (Daya Agar)
"Ukuran kemampuan disperse koloidal untuk mempertahankan bentuk agar; ukuran tersebut pada Lumpur pengeboran menentukan kemampuan menahan zat padat dalam keadaan suspensi."

• Gem (permata)
Mineral atau bahan sintesis lainnya yang memilikui keawetan dan keindahan alami ataupun keindahan buatan sertai memadai untuk digunakan sebagai perhiasaan.

• Geophysics (Geofisika)
Ilmu yang mempelajari cirri fisis bumi dengan metoda fisika kuantitatif, khususnya metode seismic refleksi, refraksi, gaya berat, magnet, listrik, dan radiasi.

• Grade (kadar)
Kuantitas kandungan unsur atau senyawa dalam suatu bahan galian, hasil pengolahan, atau pemurnian.

• Grade resistance (tahanan kemiringan)
Besarnya gaya berat (gravitasi) yang melawan atau membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilaluinya

• Granite (granit)
Batuan beku dalam (plutonik) asam berbutir kasar, terutama terdiri atas mineral-mineral feldspar dan kuarsa.

• Graphite (grafit)
Mineral logam dengan rumus kimia C, sebagai butiran dalam urat atau tersebar dalam batuan malihan digunakan untuk pensil cat pelumas dan elektrode

• Gross Production (Produksi Kotor)
Produksi cairan sebagaimana yang keluar dari sumur.

• Ground water (air tanah)
Air yang terperangkap dalam ruang antar-butir mineral pembentuk batuan .

• Gun Perforating ( Pelubangan Tembak)
Cara pelubangan selubug sumur (tubing) dengan menggunakan senapan pelubang.

• Halite (halit)
Mineral garam dengan rumus kimia NaCl, mempunyai system kristal kubus.

• Hard coal (batubara tua)
Jenis batubara yang mempunyai nilai kalor lebih tinggi dari 5200 kkal/kg

• Heat Exchanger (Alat Pertukaran Panas)
Alat pengalih panas satu fluida ke fluida lain, atau peralatan yang berupa susunan pipa yang memindahkan panas dari fluida panas ke fluida yang lebih dingin dengan menghantarkannya lewat dinding pipa.

• Heating value (Nilai Panas)
Banyaknya panas yang terjadi pada pembakaran sempurna dari sejumlah satu satuan berat atau satuan volume bahan bakar.

• Heavy Ends (Fraksi Berat)
Bagian minyak bumi yang bertitik didih tinggi hasil proses destilasi.

• Heavy Fuel (Minyak bakar Berat)
(lihat residual fuel oil)

• Heavy metal (logam berat)
Kelompok elemen logam dengan berat atom relative tinggi

• Hidrogen Sulfude (Hidrogen Sulfit)
Senyawa hydrogen dan belerang, merupakan gas yang tak berwarna, mudah terbakar, berbau tidak enak, dan beracun. H2S

• Hidrothermal (hidrothermal)
Larutan sisa magma yang banyak mengandung air, mempunyai suhu 25o - 400o C berasal dari dapur magma.

• High pH mud (Lumpur alkalis)
Fluida pengeboran dengan pH lebih dari 10.5
• HSD (High Speed Diesel)
Lihat ADO atau DERV Fuel

• Hydraulic Fluid (Fluida Hidraulik)
Cairan yang dapat digunakan dalam system hidraulik, biasanya mempunyai viskositas rendah, indeks viskositas tinggi, dan titik tuang rendah.

• Hypocentre (pusat gempa)
Lokasi pusat getaran yang dihasilkan antara lain oleh pergeseran massa akibat kegiatan tektonik.

• Igneus rock ( batuan beku)
Batuan yang berasal dari pembekuan magma

• Illuminating Oil (Minyak Lampu)
(lihat burning oil)

• Indonesian mining jurisdiction (wilayah hukum pertambangan Indonesia)
Wilayah seluruh kepulauan Indonesia, tanah di bawah perairan dan paparan benua (continental shelf) kepulauan Indonesia.

• Inertinite (inertinit)
Kelompok maseral batu bara yang bila di bakar bersifat lembam (inert) artinya tidak menampakkan sifat plastisitas atau hanya menunjukkan sedikit kecenderungan aglunitas/melekat selama pengkokasan, terdiri atas makrinit, semifusit fusinit dan skleroti...

• Injection/ input Well (Sumur injeksi)
Sumur untuk memasukkan fluida ke dalam reservoir dibawah tanah.

• Isobutane (isobutana - C4H10)
Gas tanpa warna yang ditemukan dalam gas bumi, dan dihasilkan dalam jumlah besar dalam perengkahan minyak bumi.

• Isomerization ( Isomerisasi)
Reaksi yang mengubah susunan dasar atom dalam molekul tanpa menambah atau menghilangkan bagian dari bahan asal, banyak digunakan untuk mengubah hidrokarbon rantai lurus menjadi hidrokarbon rantai bercabang yang berangka oktan jauh lebih lebih tinggi....

• Isopach Map (Peta Isopah)
Jenis peta fasies dari suatu formasi dan atau anggota lapisan yang dinyatakan dalam bentuk garis-garis yang menunjukkan ketebalan yang sama.

• Jet bit (Pahat Jet)
Pahat bor yang mempunyai lubang khusus yang memungkinkan lumpur pengeboran dapat disemprotkan dengan kecepatan tinggi kearah formasi yang sedang dibor.

• Jet Perforating (Pelubangan jet)
Pembuatan lubang yang menembus selubung sumur dengan menggunakan bahan peledak unutk mendapatkan pelubangan ynag dalam dan terarah agar fluida mengalir ke dalam sumur melalui lubang tersebut.

• Jig (jig)
Alat yang digunakan untuk memisahkan mineral berat dari yang ringan dengan prinsip gravitasi dan gerak isap-tekan dalam media air

• Joint (Batang)
Satuan yang dipakai untuk menghitung banyaknya pipa dalam suatu rangkaian, rata-rata berukurn 6 - 9 meter.

• Joule (joule)
Unit energi yang besarnya ialah 1 joule = 107 ergs = 2,389 x 10 -4 kg kalori = 0,2391 kalori

• Kaolin (kaolin)
Jenis lempung yang sebagian besar terdiri dari mineral kaolinit, bila dibakar berwarna putih atau keputih-putihan digunakan sebagai bahan dasar keramik dan penggunaan lainnya.

• Kerosene (Minyak tanah/ kerosin)
Jenis minyak yang lebih berat dari fraksi bensin dan mempunyai berat jenis antara 0.79 dan 0.83 pada suhu 15C, dipakai untuk lampu dan kompor.

• Kick (tendangan)
Kenaikan tekanan secara mendadak pada kolom Lumpur pengeboran yang disirkulasikan karena tekanan yang lebih tinggi dalam formasi yang sedang dibor, harus cepat-cepat dikuasai untuk mencegah semburan liar.

• Killed steel (baja tuntas)
Baja yang telah mengalami proses deoksidasi, sehingga tidak terjadi pelepasan gas pada saat pembekuan

• Kinematik Viscosity (Viskositas Kinematik)
Nilai hasil bagi viskositas mutlak dengan kerapatan (berat jenis) pada suhu saat pengukuran viskositas, dinyatakan dengan satuan metric (Strokes dan sentistrokes).

• Laterization (laterisasi)
Pelapukan selektif pada kondisi tropis yang menyebabkan pengayaan mineral tertentu
• Leaching (pelindian)
Pengambilan mineral berharga dengan cara melarutkan pelarut tertentu pada bijih

• Leasing (kontrak sewa)
System penyewaan barang modal dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan perjanjian tertulis.

• Life of mine (umur tambang )
Waktu yang dihitung dari jumlah cadangan dibagi dengan produksi tambang pertahun

• Light Ends/ Light (Fraksi Ringan)
Produk cair yang pertama-tama keluar dari kolom suling minyak.

• Light Oil (Minyak Ringan)
Semua sulingan minyak bumi yang diperoleh dari proses penguapan dan pengembunan pada tekanan atmosfer, memiliki derajat API antara 30 - 40.

• Lignite (lignit)
Jenis batubara yang menurut klasifikasi ASTM tergolong ke dalam batubara termuda yang merupakan tingkat pertama hasil proses pembatubaraan gambut.

• Limestone (batu gamping )
Batuan sedimen yang mengandung kalsium karbonat (CaCO3)

• Limestone (batuan gamping)
Batuan sediment yang terdiri atas mineral-mineral karbonat, terutama karbonat kalsium dan magnesium.

• Liner (selubung)
Pipa berdiameter kecil dari pipa selubung, dipasang pada ujung rangkaian pipa selubung, menjulur ke dalam formasi produktif.

• Liptinite (liptinit)
Anggota kelompok maseral batubara yang terdiri atas sporinit, kutinit, alginit, dan resinit, berasal dari sekresi tanaman dan masing-masing anggota dibedakan menurut morfologisnya.

• Live Oil (minyak hidup)
Minyak bumi yang mengandung gas.

• LNG (Liquefied Natural Gas) Gas Bumi Cair
Gas yang terdiri atas metana yang dicairkan pada suhu sangat rendah (-160C) dan dipertahankan dalam keadaan cair untuk mempermudah transportasi dan penimbunan.

• Loading ratio (nisbah pengisian)
Bilangan yang menunjukkan volume atau berat batuan asal yang dapat diledakkan oleh setiap pound (lb) bahan peledak

• Lost Circulation (Sirkulasi Hilang)
Hilangnya lumpur pengeboran karena masuk ke suatu lapisan formasi seperti gua, retakan, atau lapiasan yang sangat permeable.

• Lost Circulation Material (Bahan penyumbat)
Bridging Material

• Low grade Ore (bijih kadar rendah)
Bijih yang berkadar relatif rendah yang masih dapat dimanfaatkan untuk proses blending

• LPG (Liquefied Petroleum Gas) (Gas minyak cair-Elpiji)
Gas hidrokarbon yang dicairkan dengan tekanan untuk memudahkan penyimpanan, pengangkutan, dan penanganannya. Terdiri atas propane, butane atau campuran keduanya.

• LSWR (Low Sulfur Waxy Residue) Residu lilinan belerang rendah
Residu berlilin dengan kadar belerang rendah yang diperoleh dari penyulingan atmosferik minyak bumi, misalnya residu minyak minas.

• Lube (minyak lumas) Lubricating Oil
Minyak pelumas

• Lump coal (bongkahan batubara)
Batubara yang berukuran lebih besar dari 7,5 cm

• Magma (magma)
Lelehan silikat pijar, air dan gas dalam larutan, mengandung berbagai unsir kimia pembentuk batuan yang berada dalam perut bumi.

• Major Company (Perusahaan minyak Transnasional)
Perusahaan yang pada taraf internasional berperan aktif pda semua tahap kegiatan industri minyak dan gas bumi secara besar-besaran.

• Map scale (skala peta)
Perbandingan jarak antara 2 titik di peta dengan jarak mendatar dua tempat yang sebenarnya di lapangan.

• Matte (mat)
Senyawa logam dengan belerang yang merupakan produk antara dalam suatu proses ektraksi pirometallurgi

• Mechanical Octane Number (Angka Oktan Mekanis)
Perubahan kebutuhan angka oktan akibat perubahan rancang mesin, seprti ruang bakar, manifold, pewaktuan katup, dan pendinginan.

• Mesh (mes)
Ukuran ayakan yang menunjukkan banyaknya lubang setiap satu inci panjang.
• Metal (logam)
Unsur kimia yang bersifatpenghantar listrik dan panas yang baik

• Metallurgy (metallurgi)
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan logam dan paduannya

• Methane ( gas rawa)
"Gas yang selalu terdapat dalam lapisan batubara; gas ini terbentuk bersamaan dengan proses pembentukan batubara"

• Migration (Migrasi)
Perpindahan minyak dan gas bumi dari batuan induk ke batuan reservoir.

• Mine (tambang)
Lokasi kegiatan pengambilan mineral yang bernilai ekonomi.

• Mineral (cebakan)
Kumpulan material yang terendap oleh proses alami baik primer maupun sekunder.

• MMMCF (BSCF)
billion cubic feet.

• Multiple Completion (Penyelesaian majemuk)
Penyelesaian uji sumur untuk mengeluarkan minyak atau gas serempak dari tiga lapisan atau lebih.

• Naphtha (Nafta)
Sulingan minyak bumi ringan dengan titik didih akhir yang tidk melebihi 220C

• Natural coke (kokas alam)
Cebakan batubara yang mengalami proses pengubahan secara alamiah oleh adanya suatu sumber panas yang menyebabkan terbentuknya kokas karena hilangnya sebagian besar zat terbang.

• Natural Gas (Gas Bumi)
Semua jenis hidrokarbon berupa gas yang dihasilkan dari sumur mencakup gas tambang basah, gas pipa selubung, gas residu setelah ekstraksi hidrokarbon cair dan gas basah, dan gas nonhidrokarbon yang tercampur secara alamiah.

• Natural Gasoline (Bensin Alam)
Campuran hidrokarbon yang terkondensasi dari gas bumi dan yang distabilkan untuk mendapatkan trayek didih yang cocok untuk dipadukan dengan bensin kilangan, juga dipakai sebagai bahan pelarut.

• Net calorie value (nilai kalor bersih)
Panas pembakaran batubara dikurangi dengan panas untuk penguapan kandungan air.
• NGL (Natural Gas Liquids) (Cairan Gas Bumi)
Cairan yang didapat dari gas bumi, termasuk kondensat, gas minyak cair, dan bensin alam.

• Non Associated Gas (Gas Nonasosiasi)
Gas bumi yang terdapat didalam reservoir yang tidak mengandung minyak yang berarti.

• Normal fault (sesar normal)
Jenis sesar yang dinding atasnya bergerak kea rah bawah terhadap dinding bawah

• Ocean coal (batubara laut)
Batubara yang terletak di bawah dasar laut

• Octane Number (Angka Oktan)
"Angka yang menunjukkan nilai antiketuk relative bensin dan kecenderungan bahan bakar cair untuk berdetonasi; ditujunjukkan oleh persentase volume iso oktan dalam campurannya dengan normal heptana yang mengakibatkan intensitas ketukan yang sama dalam...

• Offshore Drilling (Pengeboran lepas pantai)
Pengeboran yang dilakukan di laut atau di danau besar.

• Oil Base Mud (Lumpur Dasar Minyak)
Lumpur pengeoran dengan padatan lempung yang teraduk di dalam minyak yang dicampur dengan 1 sampai dengan 5 persen air.

• Oil In Place (Minyak di tempat)
jumlah minyak bumi yang diperkirakan ada dalam reservoir dan belum pernah diproduksi.

• Onshore Drilling (Pengeboran Darat)
Pengeboran yang dilakukan didarat.

• OPEC(Organisation of Petroleum Exporting Countries)
"Organisasi eksportir minyak yang didirikan tahun 1960, beranggotakan 10 negara, seperti; Algeria, Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Libya, Qatar, Saudi Arabia, UAE, Venezuela."

• Operating cost (biaya operasi)
Semua pengeluaran yang langsung digunakan untuk memproduski barang, termasuk didalamnya, antara lain biaya umum, biaya penjualan, biaya administrasi, dan bunga pinjaman.

• Ore mineral (mineral bijih)
Mineral yang mengandung logam berharga
• Overburden (lapisan penutup)
Lapisan tanah atau batuan yang berada di atas dan langsung menutupi lapisan bahan galian berharga sehingga perlu disingkirkan terlebih dahulu sebelum dapat menggali bahan galian tersebut.

• Packer (Penyekat)
Alat semacam sumbat yang dapat mengembang untuk memisahkan ruangan annulus diantara rangkaian pipa dan selubung.

• Pan (dulang)
Alat prospeksi tradisional untuk mencuci mineral berat rombakan seperti emas, kasiterit, dan intan

• Paraffin (Parafin)
Hidrokarbon jenuh dengan rantai terbuka.

• Paraffin Base Crude Oil (Minyak Bumi Parafinik)
Minyak bumi yang hidrokarbonnya terdiri atas parafin.

• Paraffin Destilate (Sulingan Parafin)
Sulingan minyak bumi yang mengandung kristal lilin sebelum proses pengawalilinan yang menghasilkan lilin parafin dan minyak parafin.

• Paraffin Wax (Lilin Parafin)
Lilin yang diperoleh antara alin dari sulingan parafin dengan jalan pendinginan dan penyaringan bertekanan, berupa massa yang berbentuk kristal, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan terdidi atas campuran hidrokarbon padat yang sebagian besa...

• Pathfinder elements (unsur pandu)
Unsur-unsur tertentu yang dapat digunakan sebagai petunjuk mineralisasi.

• Pay Zone/ Sand ( Zona Produktif)
Batuan reservoir yang mengandung minyak dan gas bumi dalam jumlah yang dapat diproduksikan

• Penetration Rate (Laju pengeboran)
laju pengeboran yang dinyatakan dalam ukuran meter per jam atau kaki per jam.

• Perforating Gun (Senapan Pelubang)
Alat yang diturunkan ke dalam lubang sumur untuk memicu peledak erdaya besar atau menembakkan peluru baja menembus dinding pipa selubung dan semen ke dalam zona produktif, sehingga fluida formasi keluar dari reservoir memasuki lubang sumur.

• Perlite (perlit)
Batuan beku kaca vulkanik menyerupai komposisi andesit sampai riolit, mngandung air terikat 2- 5 %, mengembang bila dipanaskan dengan cepat ke titik lelehnya

• Permeability (Permeabilitas)
Kemampuan batuan untuk melewatkan fluida melalui saringan (pori-pori).

• Petrography (petrografi)
Pemerian bersistem dari batuan dalam sayatan tipis

• Petroleoum Coke (Kokas Minyak Bumi)
Padatan yang terjadi pada proses perengkahan minyak bumi, terdiri atas hidrokarbon polisiklis tinggi dengan kadar hidrogen yang sangat rendah.

• Petrology (petrologi)
Ilmu yang mempelajari batuan secara bersistem, terutama mengenai mineralogi, tekstur dan struktur, mula jadi, ubahan, hubungan terhadap batuan lain dan cara penggolongannya

• Plate tectonics (tektonik lempeng)
"Tektonik global didasarkan pada model bumi yang dicirikan oleh sejumlah kecil lempeng-lempeng setengah kaku yang mengapung pada lapisan mantel bumi yang kental; masing-masing lempeng bergerak bebas dan salah satu menunjam sehingga menimbulkan deform...

• Poise (poise)
Satuan viskositas yang diidentifikasikan sebagai gaya tangensial per satuan luas (dynes/cm3) yang diperlukan untuk mempertahankan perbedaan satu satuan kecepatan (1 cm/detik) antara dua bidang sejajar yang dipisahkan oleh fluida setebal 1 cm.

• Porosity (porositas)
Rongga pada batuan, biasanya dinyatakan sebagai perbandingan antara volume rongga dan total volume material

• Porosity (Porositas)
Perbandingan antara volume sarangan (pori-pori) batuan dan volume batuan keseluruhan, dinyatakan dalam persen.

• Pressure Maintenance (Pemeliharaan tekanan)
penginjeksian gas atau air ke dalam reservoir agar tekanan reservoir cukup tinggi mempertahankan produksi minyak.

• Propane (Propana)
Hidrokarbon jenuh (alkana) yang molekulnya terdiri atas 3 atom karbon dan delapan atom Hidrogen (C3H8) yang terdapat dalam minyak bumi, gas bumi dan gas hasil perengkahan di kilang.

• Proved Reserved (Cadangan Terbukti)
Jumlah minyak dan gas yang diperkirakan dapat diproduksi dari suatu reservoir yang ukurannya sudah ditentukan dengan menyakinkan.

• Quaicksand (pasir apung)
Pasir yang jenuh air, sehingga mudah bergerak atau berpindah

• Quarry (kauri)
Sistem penambangan terbuka khusus untuk bahan galian industri seperti penambangan batu gamping, batu pualam., andesit, dan granit.

• Quartz (kuarsa)
Mineral yang mempunyai rumus kimia SiO2, dengan ciri-ciri antara lain kekerasan 7 pada skala Mohs, berat jenis 2,65 dan warna dari putih sampai merah kecubung.

• Quartzite (kuarsit)
Batuan malihan berasal dari batu pasir (sandstone) yang hampir seluruhnya terdiri dari kuarsa dicirikan dengan pengerasan yang sempurna baik melaui sementasi silika maupun melaui pengkristalan kembali (rekristalisasi)

• Ramp (jalur angkut)
Lubang bukaan pada tambang bawah tanah, benbentuk sprial yang menghubungkan beberapa daerah produksi sebagai prasarna pengangkutan.

• Ration (nisbah)
Perbandingan antara dua besaran yang dapat dinyatakan dalam angka

• Reclamation (reklamasi)
Upaya mengembalikan fungsi lingkungan hidup di bekas daerah pertambangan menjadi daerah yang berdaya guna.

• Recovery ( Perolehan)
Jumlah volume Hidrokarbon yang telah dihasilkan atau diperkirakan dapat dihasilkan dari suatu reservoir.

• Recycling (Gas) Injeksi Gas ulang
Memompakan kembali gas yang diproduksikan kedalam reservoir untuk meningkatkan perolehan minyak.

• Reduction (reduksi)
Kebalikan dari oksidasi dapat terjadi karena menerima satu atau lebih elektron

• Refinery (Kilang)
Instalasi industri untuk mengolah minyak bumi menjadi produk yang lebih berguna dan yang dapat diperdagangkan.

• Refinery Gas (Kilang Gas)
Berbagai jenis gas yang berasal dari penyulingan dan terkumpul didalam kilang.

• Refining (Pengilangan)
Penguraian minyak bumi atas komponen-komponen lewat penyulingan, perengkahan, peningkatan mutu dengan bahan kimia, dan ekstraksi dengan zat pelarut untuk menghasilkan prosuk-produk untuk dapat diperdagangkan.

• Reserch Octane Number (RON) RON/MON (Motor Octane Number) (Angka Oktan Riset)
Angka yang menyatakan nilai antiketuk bensin yang ditentukan menurut metode riset, merupakan petunjuk mengenai kualitas anti ketuk bahan bakar kalau kendaraan digunakan dalam kondisi operasi ringan dengan kecepatan rendah.

• Reserves (cadangan)
Volume cebakan bahan galian yang mempunyai nilai ekonomis untuk ditambang

• Reserves (Cadangan)
Jumlah minyak atau gas bumi yang ditemukan didalam batuan reservoir dan dapat diproduksi.

• Reservoir Pressure (Tekanan Reservoir)
Tekanan yang mendorong fluida ke lubang bor yang menembus reservoir minyak dan gas bumi.

• Reservoir Rock (Batuan reservoir)
Batuan bawah tanah yang berpori dan permeable yang dapat menyimpan minyak dan/ atau gas.

• Resin (resin)
Residu berwarna kuning transparan hasil distilasi yang berasal dari getah pohon pinus/cemara merupakan bahan utama pada vernis, tinta cetak

• Rhyolite (riolit)
Batuan beku vulkanik asam berbutir halus dan berwarna terang dengan komposisi granit.
• Rio Tinto Process (Proses Rio Tinto)
Bijih tembaga sulfit dalam jumlah yang sangat besar dibiarkan di udara bebas dan diperhujankan sehingga terbentuk tembaga sulfat yang kemudian dicuci untuk diproses lebih lanjut, proses ini dikembangkan pertama kali oleh perusahaan tambang Rio Tinto....

• Rock (batuan)
Massa yang terdiri atas satu mineral atau lebih yang membentuk bagian kerak bumi, baik dalam keadaan terikat (massive) atau lepas (loose)

• Rosite (rosit)
"Bahan keramik yang terdiri atas kalsium dan aluminium silikat yang dicampur dengan bahan asbes; dipergunakan untuk mencetak komponen-komponen listrik, tahan sampai 480oc"

• Roundtrip (Cabut Masuk)
Mengeluarkan rangkaian pipa bor atau pipa sembur dari lubang sumur dan kemudian memasukkannya lagi.

• Royalty (Royalti)
Bagian produksi atau penghasilan yang menjadi hak pemberi izin pengusahaan minyak.

• Ruby (rubi)
Varietas korundum yang berwarna merah mengandung sejumlah kecil krom digunakan untuk batu permata.

• SAE (Society of Automotive Engineers) Number (Angka SAE)
Angka retensi dalam system klasifikasi minyak lumas dinyatakan dalam angka SAE 5W, 10W, 20W, 30W, 40W dan seterusnya yang merupakan angka petunjuk bahwa angka yang lebih tinggi berkorelasi dengan kekentalan yang lebih tinggi pada suhu retensi.

• Salt Dome (Kubah Garam)
Kubah yang terjadi karena lapisan garam menekan lapisan sediment diatasnya.

• Sand (pasir)
Pecahan batuan yang berukuran antara kerikil dan lanau, atau 1/16 - 2 mm pada skala Wentworth-Udden

• Sand Control (Pengendalian Pasir)
Cara menghalangi masuknya pasir dari reservoir ke dalam sumur bor supaya tidak terjadi penyumbatan dan keausan peralatan produksi.

• Sapphire (nilam)
Batu mulia termasuk jenis korundum pada umumnya berwarna biru
• Saturated Hydrocarbon (Hidrokarbon Jenuh)
Senyawa karbon dan hydrogen yang tidak mengandung ikatan rangkap.

• Scale Wax (Lilin Padat)
Lilin paraffin yang diperoleh dengan jalan mengeluarkan sebagian besar minyak yang terkandung di dalamnya lewat pemanasan perlahan-lahan agar minyak menetes keluar sehingga lilin seakan-akan berkeringat.

• Sediment (sedimen)
Material lepas yang terbawa oleh air, angin, atau es, terendapkan di dasar laut, danau, sungai, atau rawa.

• Sedimentary Basin (Cekungan)
(lihat basin)
• Separator (Pemisah Minyak Dan Gas)
Bejana untuk memisahkan gas dari cairan yang keluar dari sumur dengan menurunkan tekanan secara bertahap untuk memperkecil hilangnya komponen minyak yang bertitik didih rendah.

• Sericite (serisit)
Jenis mika berkomposisi muskovit berwarna putih atau tak berwarna, berbutir halus dalam bentuk serpih-serpih kecil, berkilap seperti sutra, umunya terdapat dalam batuan ubahan atau malihan.

• Service Well (Sumur Penunjang)
Sumur yang dicadangkan untuk injeksi gas, air, uap atau udara untuk penyediaan air injeksi, observasi, dan pembuangan air asin.

• Sesar (fault)
Pergeseran satu atau lebih lapisan batuan disebabkan gaya telan yang sangat besar

• Shut Down (Henti Sela)
pekerjaan yang terhenti untuk sementara.

• Shut In (Tutup Sumur)
Penutupan katup pada sumur sehingga sumur terhenti berproduksi.

• Silt (lanau)
Pecahan batuan yang berukuran antara pasir dan lempung atau 1/256 - 1/16 mm pada skala Wentworth-Udden.

• Skarn (skarn)
Batuan yang berasal dari proses metamorfisme atau metasomatisme sentuh berkomposisi hampir seluruhnya silikat yang mengandung kapur dan berasal dari batu gamping
• Slack Wax (Lilin Lunak)
Lilin yang masih banyak mengandung minyak yang diperoleh dengan cara penyaringan bertekanan dari destilat parafinik atau destilat lain yang banyak mengandung lilin.

• Slag (terak)
Kumpulan lelehan yang terpisah pada peleburan atau pemurnian logam yang terapung di atas permukaan logam cair, terbentuk dari campuran bahan imbuh, pengoto bijih/logam, abu bakar, dan bahan pelapis tanur, dapat di manfaatkan sebagai pengeras jalan, b...

• Solvent (Pelarut)
Cairan yang mampu menyerap atau melarutkan zat cair, gas atau benda padat dan membentuk campuran padat.

• Sour Crudes (Minyak Kadar Sulfur Tinggi)
"Minyak bumi dengan kadar belerang tinggi, contoh; Iranian Light, Iranian Heavy, Saudi Light"

• Sour Gas (Gas Kecut)
Gas bumi dengan kadar hidrogen sulfida dan senyawaan belerang lainnya.

• Source Rock (Batuan Induk)
Batuan tempat asal terbentuknya minyk dan gas bumi.

• Specific Gravity (Berat jenis)
Perbandingan berat suatu zat terhadap berat zat baku pada volume dan suhu yang sama. Untuk zat cair dan zat padat, zat baku adalah air, sedangkan zat standar untuk gas dipakai hidrogen atau udara.

• Spot Price (Harga Spot)
Harga untuk komoditas produk (minyak dan produk minyak) pada pasar komoditas. Lihat juga futures.
• Stripping ratio (nisbah pengupasan)
Perbandingan antara jumlah volume lapisan penutup yang perlu disingkirkan ( dalam meter kubik) dan atau ton bahan galian yang ditambang.

• Surface mine (tambang terbuka)
Metode penambangan yang kegiatannya dilakukan pada tempat terbuka ( langsung berhubungan dengan udara luar).

• Sweet Crudes (Minyak kadar sulfur rendah)
"Minyak bumi yang kadar belerangnya rendah. Contoh; Beryl, Brega, Ekofisk, Forties"

• Synthetic Crude (Minyak Bumi Sintetik)
Keseluruhan cairan campuran hidrokarbon multikomponen yang dihasilkan dari proses perubahan kimia atau fisika bahan baku bukan minyak bumi, seperti batubara, serpih minyak, dan pasir ter.

• Tailing (ampas)
Bagian dari hasil proses pengolahan bahan galian yang tidak dikehendaki karena sudah tidak mengandung mineral berharga lagi

• Talc (talek)
Batuan masif yang komponen utamanya talek, terasa seperti lemak atau sabun bila diraba.

• Tantalum (tantalum)
Unsur logam langka dari keluarga Vanadium, dengan nomor atom 73, lambang kimia Ta, dan berat atom 180,9479, berwarna kelabu mirip platina.

• Tectonic (tektonik)
Istilah yang digunakan dalam hubungannya dengan gejala deformasi kerak bumi

• TEL (Tetra Ethyl Lead) Timbel Tetra Etil (TTE)
"Senyawa timbel yang rumus kimianya Pb(C2H5) 4; yang bila ditambahkan dalam proporsi yang kecil dalam bensin akan meningkatkan mutu antiketuknya."

• Test pit (sumur uji)
Sumur yang dibuat untuk mendapatkan percontoh, umumnya berukuran 1 x 2 meter dengan kedalaman tergantung dari letak endapan bahan galian dan kemantapan formasi batuan dinding.

• Thermal Cracking (Perekahan Termal)
Proses perekahan dengan menggunakan suhu dan tekanan tinggi tanpa katalis.

• Thermal Reforming (Reformasi Termal)
Proses tanpa katalis yang memakai panas untuk menghasilkan perubahan struktur molekul sehingga nafta beroktan rendah menjadi bensin bermutu antiketuk tinggi.

• Throughtput (Laju Muat)
Volume bahan yang masuk ke dalam suatu peralatan dalam jangka waktu tertentu.

• TNT (tri nitro toluen)
Suatu jenis bahan kimia yang mudah meledak

• Toseki (Toseki)
Jenis batuan hasil proses ubahan hidrothermal dari batuan riolit, perlit, dan batuan induk lainnya, berkomposisi mika, kaolinit, kuarsa dan feldspar dapat digunakan sebagai bahan baku tunggal untuk barang keramik jenis porselen

• Trap (Jebakan)
Struktur geologi tempat minyak dan atau gas bumi berkumpul secara alami.

• Trass (tras)
Tuf gunung api, berwarna cerah, dengan komposisi seperti pozolan, dapat digunakan sebagai bahan campuran untuk pembuatan semen pozolan.

• Trench (parit uji)
Parit yang dibuat untuk mendapatkan percontoh dalam jumkah besar.

• Tubing (Pipa Sembur)
Rangkaian pipa baja yang digantungkan pada ujung atas rangkaian pipa selubung dan berfungsi sebagai pelindung rangkaian pipa pipa produksi atau dapat berfungsi sebagai rangkaian pipa produksi.

• Tubing Job (Cabut-Masuk Pipa Sembur)
Pencabutan rangkaian pipa sembur sumur atau peasukkannya ke dalam sumur.

• Tunnel (terowongan)
Lubang bukaan mendatar atau hamper mendatar yang menembus kedua lereng bukit

• Turbo Drill (Turbo Bor)
sistem pengeboran dengan bagian pahat saja yang berputar, alat turbo dipasang diatas pahat dan digerakkan oleh tekanan lumpur.

• Ultimate analysis (Analisis unsur)
Analisis kandungan unsur-unsur C, H, O, N dan S pada batu bara atau bahan baker lainnya.
• Unconformity (Ketakselarasan)
Ketidaksenambungan pengendapan antara lapisan batuan yang berurutan, dalam hubungannya dengan kesenjangan dalam urutan stratigrafi.

• Under flow (aliran bawah)
Aliran/pengeluaran produk suatu proses konsentrasi dari bagian bawah alat tersebut.
• Underground mine (tambang bawah tanah)
Metode penambangan yang kegiatannya dilakukan di bawah tanah (tidak langsung berhubungan dengan udara luar) dengan cara terlebih dahulu membuat jalan masuk berupa sumuran (shaft) atau terowongan buntu (adit)

• Unsaturated Hydrocorbon (Hidrokarbon Tak Jenuh)
Senyawaan antara karbon dan hydrogen yang mengandung satu pasang ataon karbon atau lebih dengan ikatan rangkap dua atau tiga.

• Upstream Activity (Kegiatan Hilir)
Kegiatan hilir yang meliputi eksplorasi, produksi dan kilang minyak.

• Vanadium (vanadium)

Logam keras untuk paduan baja, berat atom 50,94 dan nomor atom 23 dari sistem periodik unsur.

• Vapour Recovery Unit (Unit Pemulihan Cairan)
Jaringan pipa dengan manipol yang didinginkan untuk mengembalikan uap yang dikumpulkan dari tangki timbun menjadi cairan.

• Vein (Urat)
Endapan bahan galian berbentuk tabular atau lembaran dengan posisi miring hampir tegak yang mengisi rekahan atau kekar pada batuan.

• Viscocity (Viskositas) kekentalan
Tahanan fluida terhadap pengaliran yang umumnya dinyatakan dalam ukuran waktu yang diperlukan untuk mengalirkan cairan melalui lubang dengan ukuran tertentu.

• Viscocity index (indeks Viskositas) indek kekentalan
Angka yang menunjukkan pengaruh perubahan suhu terhadap viskositas yang ditentukan secara empiris, indeks viskositas yang tinggi menunjukan perubahan viskositas yang relative kecil dibandingkan dengan perubahan suhu.

• VLCC (Very Large Crude Carrier) (Kapal Tangki Raksasa)
Kapal tangki dengan bobot mati diatas 200.000 ton Yang digunakan untuk mengangkut minyak bumi dari sumbernya ke fasilitas penimbunan transit atau langsung ke kilang minyak.

• Volcanic rock (batuan volcanic)
Batuan yang berasal dari kegiatan gunung berapi

• Wad (Wad)
Campuran dari beberapa oksida mangan hidrat, lunak seperti tanah, berwarna coklat tua atau hitam, umumnya morf,

• Waste (limbah)
Zat padat, cair, atau gas yang dibuang, diemisi atau diendapkan pada lingkungan hidup dalam jumlah tertentu yang dpat menyebabkan perubahan kualitas lingkungan hidup.
• Water Drive (Dorongan air)
Mekanisme produksi yang paling efisien yang menggunakan tekanan air didalam reservoir untuk mendorong minyak dan gas ke dalam lubang sumur.

• Wax Fractionation (Fraksionasi lilin)
Proses bersinambungan untuk menghasilkan beberapa jenis lilin berkadar minyak rendah dari kondensat lilin dengan menggunakan pelarut dalam volume besar pada suhu yang berkisar dari 5 F sampai 60 F.

• Weathering (lapuk)
Keadaan suatu zat yang telah mengalami perubahan secara kimuia, mekanika dan atau fisika karena pengaruh atmosfer

• Well Completion (Penyelesaian Sumur)
Pemasangan peralatan yang diperlukan untuk membuat sumur siap produksi.

• Well Log (Rekaman Sumur)
"Catatan yang mencakup semua data yang dikumpulkan selama pengeboran sebuah sumur; doperlukan untuk mendapatkan gambaran yang terperinci mengenai strata bawah permukaan."

• Well Perforating (Perforasi Sumur)
Proses melubangi pipa selubung (tubing) untuk tujuan produksi, pengujian, atau peretakan.

• Well Stimulation (Perangsangan sumur)
Operasi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi sumur.

• Wellbore (lubang sumur)
"(lihat ; bore hole, well)"

• Wellhead (Kepala Sumur)
Peralatan untuk mengontrol sumur yang terdiri atas kepala pipa selubung, kepala pipa sembur, dan silang sembur.

• Wet Gas (gas basah)
Gas bumi yang mengandunghidrokarbon yang lebih berat dalam jumalah yang cukup banyak dan mudah dipisahkan dalam bentuk cairan.

• Wild Cat (Sumur Taruhan)
Sumur eksplorasi yang dibor di daerah yang masih perawan yang berdasarkan pertimbangan geologis diharapkan mempunyai akumulasi hidrokarbon.

• Wild Oil (Minyak Liar)
Minyak bumi yang pada tekanan rendah atau permukaan mengeluarkan banyak gas.

• Work Over (Kerja ulang)
Operasi pada sumur produksi untuk tujuan perbaikan atau peningkatan produksi misalnya dengan jalan pendalaman, penyumbatan kembali, pencabutan dan pemasangan kembali pipa saringan, penyemenan tekan, penembakan dan pengasaman.

• Xantal (xantal)
Paduan tembaga dengan kompossi 81-90%

• Xenon (xenon)
Unsur kimia berupa gas mulia, tidak berbau, tidak berwarna, tidak dapat terbakar, terdapat dalam jumlah kecil di udara.

Xylene (Xilena)
Zat cair tanpa warna dari kelompok aromatik dengan rumus kimia C6H4(CH3) 2 dibentuk melalui proses katalitik dari fraksi minyak naftenik. Umumnya sebagai bahan bakar beroktan tinggi pada motor, pesawat terbang, pelarut, dan bahan baku industri kimia....

• Yield (Perolehan)
Produk yang didapat dalam sebuah proses tertentu, yang dinyatakan dalam persentase dari umpan.

• Yield Point (Titik Alir)
Tekanan yang diperlukan untuk mengatasi tahan fluida yang statis untuk dapat mulai mengalir.

• Young modulus (modulus young)
Perbandingan antara tegangan aksial dengan regangan aksial.

• Zapla (zapla)
Bijih hematit yang mengandung 48% Fe

• Zimal (zimal)
Paduan seng dengan komposisi 4 % Al, 3% Cu, 0,15% Mn, 0,01% Cd

• Zircon (zircon)
Mineral silikat dengan rumus kimia Zr Si04 yang merupakan sumber utama logam jarang zirconium, terakumulasi sebagai endapan pasir pantai, digunakan sebagai pasir cetak, batu permata, batu tahan api, keramik, dan paduan logam.

• Zorite (zorit)
Paduan yang bersifat tahan terhadap suhu tinggi dan berkomposisi 35%





KEWAJIBAN PEMEGANG IUP/IUPK BERDASARKAN PERMEN ESDM NO 7 TAHUN 2020

Kewajiban Pemegang IUP/ IUPK berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No 7 tahun 2020 Pemegang IUP atau IUPK wajib: a. melakukan seluruh kegiat...